Senin, 23 Juli 2012

DIKONTRAKAN - 1 HEKTAR (KURANG 4 ARE) TANAH DENGAN RESORT


Seperti judulnya, kami mengontrakan sebidang tanah dengan keterangan sebagai berikut;

Lokasi     : Atuh, Br. Pelilit, Desa Tanglad, Kec. Nusa Penida, Kab. Klungkung, Bali, Indonesia (GAMBAR 7 SEBELAH KANAN, DI BELAKANG ORANG BAGIAN ATAS GAMBAR 6)
Luas        : 1 Hektar (Kurang 4 Are)
Kontak    : 085 738 200 119 (Putu Adi)/ 081 246 898 16 (Nyoman Sangging)

Deskripsi : 

Tanah seluas 1 Hektar (Kurang 4 Are) ini berada didepan-atas pantai yang masih virgin (lihat gambar 6 & 7). Fisik tanah yang agak sedikit menjorok ke dalam menjadikan areal ini sangat tepat dikembangkan sebagai area wisata kedepannya. Di depan areal tanah ini terdapat pemandangan batu besar berbentuk unik (lihat gambar 1, 2 &3) dan berlubang. Terdapatnya PRIVATE BEACH dengan VIRGINYA PASIR PUTIH di bawahnya menjadikan areal ini begitu prestisius (lihat gambar 4 & 5). Dikatakan PRIVATE BEACH, karena pasir pantainya tidaklah panjang, hanya beberapa puluh meter dihimpit oleh 2 tebing. Sumber air bisa didapat dari sumber air yang sangat dekat dengan pantai tersebut. Fasilitas jalan telah tergarap sehingga memudahkan kita untuk menuju areal dimaksud. Kami bermaksud untuk MENGONTRAKAN areal seluas 1 Hektar (Kurang 4 Are) ini sebagai fasilitas wisata, Kami TIDAK MENJUAL. Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi salah satu nomor HP di atas Terima kasih.

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Gambar 5


Gambar 6

Gambar 7

Rabu, 02 Mei 2012

Perkembangan Hitam Putih Nusa Penida

Salam bagi penikmat blog,


Apa kabar sahabatku, anggap saja saya baru bangun dari tidur panjang yang bolehlah saya sebut dengan "malas". Dalam malas itu saya mengobservasi bagaimana perkembangan nyama Nusa dari beberapa perspektif. Baik perspektif baik dan buruknya agar terdapat keseimbangan penilaian, agar kita bisa sama-sama saling mengingatkan satu sama lainya.

Satu yang pasti dalam perkembangan yang positif Nyama Nusa adalah telah adanya sebuah konsep berpikir modern yang sebenarnya telah diajarkan oleh pendahulu kami, yaitu konsep wiraswasta perdagangan. Banyak dari kita, bahkan saya sendiri belum bisa untuk sampai pada kemampuan dan keberanian untuk berwiraswasta karena mungkin hanya belum mencobanya dan alasan convensional yaitu modal. Konsep yang paling mengesankan adalah keberanian untuk membuka usaha dengan konsep wiraswasta tersebut di seberang pulau (di Bali daratan). Pada mulanya, orang Nusa meninggalkan tanah kemulannya untuk bekerja dengan orang lain untuk menghidupi diri dan keluarganya di suatu tempat yang dirasa menjanjikan bagi masa depan mereka (konsep merantau), namun hal tersebut kian berkembang dari apa yang sudah saya observasi. Walaupun tidak banyak, terdapat beberapa Nyama Nusa yang muda maupun jiwa muda yang terperangkap dalam tubuh yang tua merintis dan membangun usahanya di Bali daratan. Pilihan usaha mereka memang beragam, dari jenis penyedia konveksi modern, penyedia jasa transportasi sewaan, sampai penyedia jasa hidangan ringan. Ini yang perlu menjadi contoh yang baik kedepannya, hal positif yang akan mengubah paradigma dan stigma tentang orang Nusa Penida ke arah perbaikan. Standing applause untuk Nyama Nusa yang menginspirasi kami yang belum berani melangkahkan kaki ke titik perubahan tersebut. 

Disisi lain, terdapat hal yang baik sekali dari aspek pengembangan pariwisata di kawasan Nusa Penida dengan mengangkat aspek sajian nuansa natural alam, etnis dan religi, serta explorasi tatanan kehidupan dan juga realita hidup masyarakat Nusa Penida yang unik dan khas. Berdirinya rumah penginapan untuk para wisatawan asing dan domestik bahkan lokal Bali telah menjadi tonggak awal pengembangan Nusa Penida ke arah ini. Karena berwisata tidak hanya untuk kesenangan, namun untuk ketenangan yaitu dengan nangkil ke beberapa Pura yang ada di Nusa Penida. Hotel berskala kecil hingga sedang telah berdiri dan dikelola oleh masyarakat Nusa Penida, bahkan perencanaan untuk membangun hotel berskala besarpun telah berhembus, menghembuskan nafas segar dan nafas kecemasan. 

Apanya yang perlu dicemaskan? Nusa Penida akan menjadi daerah maju dalam pariwisata, bukankah itu baik? Sering terlontar dari pemikiran yang kurang sensitif akan sebuah perubahan yang masuk akibat dampak modernisasi. Baik, sekarang simaklah pendapat yang mudah-mudahan tidak akan terjadi dari saya yang menggeluti pariwisata secara langsung (walaupun belumlah sehebat para senior di atas saya di jajaran management). Jika sebuah hotel berdiri, secara umum sudah bisa dipastikan bahwa yang akan menjadi pemilik atau yang mampu berpikir akan merintis usaha akomodasi adalah orang dari luar Nusa Penida. Hal yang umum lainnya adalah, adanya bantuan orang Nusa Penida sebagai jembatan bagi para pemilik tanah dan pembeli tanah. Yang mungkin perlu sensitifitas kita adalah, "Apakah harus dijual?" Sedangkan konsep menjual adalah memindahtangankan kepemilikan dari pemilik awal ke pemilik berikutnya atas sejumlah uang yang diterima pemilik awal. Satu hal yang pasti dalam hal ini adalah, lambat laun para orang tua yang dulunya memberikan anaknya bebas bermain disetiap pematang tegalan, baik yang menjadi miliknya maupun milik tetangganya, sekarang mulai berpikir dan memberikan batasan bagi para anak untuk memilih tempat bermainya, di tanah kelahiranya sendiri. Jika saya analogikan, kita memiliki hidung kita sendiri untuk bernafas, namun diminta bernafas melalui mulut. 

Banyak aspek akan dipengaruhi ketika kita memindahtangankan kepemilikan tanah leluhur kita. Dan dalam kesempatan ini saya tidaklah memakai cara yang conventional atau lawas, yaitu dengan menyebutkan dampak-dampak tersebut untuk memberikan efek jera dan takut pada target pembaca. Karena Nusa Penida sebagai tanah leluhur adalah milik kita yang telah dikeping-keping dan dibagikan secara adil oleh Hyang Widhi untuk dijaga dan dikembangkan dengan pola yang baik dan benar. Kepingan tersebut sengaja dibuat oleh Beliau agar kita bisa saling mengingatkan atas kepingan-kepingan yang sedang kita genggam saat ini. Hal lain yang ingin saya sampaikan sebagai Putra Nusa Penida yang hanya bisa berteriak dalam media ini adalah, kita masih punya konsep lain selain menjual yang dalam jangka panjang akan menjanjikan, yaitu dengan konsep sewa tanah. Karena tidak ada yang akan memindahtangankan kepemilikan tanah leluhur kita, hanya akan memindahtangankan hak atas pemakaian dan fungsi tanah saja. Memang dalam jangka pendek kita tidaklah begitu banyak menuai hasil, namun untuk jangka panjang akan sangat bermanfaat sekali. Jika saya contohkan akan berdiri sebuah hotel di tanah seluas 1 hektar dengan kondisi bahwa 1 hektar tersebut  disewakan dan milik 10 orang semisal. Simaklah ini, (1) Yang terpenting dan paling penting, kita tidak kehilangan tanah leluhur kita, (2) Kita masih mendapatkan sejumlah keuntungan dari proses penyewaan tanah tersebut, (3) Kebiasaan yang saya lihat, pemilik tanah akan tawar menawar lagi agar keluarga, sanak saudara, kerabat bisa dipekerjakan di hotel yang akan didirikan pada lahan tersebut nantinya, (4) Kita telah memodernisasi Nusa Penida dengan langkah yang baik dan benar, (5) Kita secara tidak langsung mengenalkan apa dan bagaimana Nusa Penida, (6) Menginspirasi daerah Bali lainnya agar Pura dan Sesuwunan mendapat tempat yang layak, bukanya terhimpit sempit karena tanah yang tidak cukup luas untuk renovasi bangunan Pura untuk sesuwunan kita, (7) Yang mungkin belum terlihat namun banyak terjadi, kita tidak bersalah kepada yang mewariskan tanah leluhur tersebut (jika itu tanah warisan). Saya ingin sekali menulis akibat-akibat lainya di poin delapan dan seterusnya, namun saya yakin Nyama Nusa adalah masyarakat relijius yang sensitif atas tanah leluhurnya. 

Atas ini semua, saya berbangga bagi Nyama Nusa yang telah berpikir positif dan berkarya tanpa menghilangkan apa yang sepantasnya kita lindungi dan jaga untuk anak cucu kita nantinya. Saya masih dalam kondisi normal saat membuat artikel ini, sehingga saya masih meminta kritisasi dan arahan positif jika terdapat kesalahan dalam penyampaian ini.


Salam dari kami yang masih merindukan indahnya Nusa Penida.


Gambar diambil dari www.apelphotography.blogspot.com

Senin, 07 Februari 2011

Gudang Bait















RASAKU AKANMU

Aku ingin semua yang indah selalu ada dekatinya

Aku ingin hal-hal yang indah dan tak terlupakan mendekapnya erat dalam kehidupannya

Itulah inginku yang hendak ku wujudkan bersamanya

Ku ingin sentuh hidupnya dalam semua hal-hal yang ku inginkan bersamanya


Banyak hal yang mungkin telah menyentuhnya

Warnai masa lalunya saat ku tak bersamanya dulu

Tapi ku lega, karena dia telah percayakan masa lalunya padaku


Dengan titik kejujuran di matanya, dia katakan pahit getirnya hal itu

Ku hanya senyum serta merta teduhkan jiwanya

Murninya hatiku padanya mungkin akan tenangkan dia

Tenangkan dia dari segala kegalauan yang telah dia lalui tanpaku dulu


Hanya murni hati yang biasa ku tawarkan

Mungkin Tuhan telah percayakan dia padaku

Percayakan untuk tenangkan jiwanya yang getir


Dengan secercah harapan dalam tantangan hidup

Ku ingin katakana “aku ada untukmu”

Senyum itu akan selalu ku jaga

Selalu dengan tulusnya hati


Hati yang tak kan pernah surut untuknya

Inilah aku yang selalu untukmu

Aku yang tak pernah ijinkan warna semu padamu

Warna yang tak kuinginkan ada bersamamu



(Adi S. 30-01-'09)
=================================================












BELENGGU KEINDAHAN


Aku masih saja tak bisa lepas dari Belenggu ini

Mungkinkah aku.....? mungkin 'ya' Mungkin 'tidak'

Karena itu datang dari dalam hati

Kebingungan ini

Seakan tertawa dan menarikan tarian Keresahannya untukku

Untukku. kenapa harus aku??


Kenapa bukan mereka??

Mereka yang tidak menghargai rasa itu!

Kapankah ini berakhir??

Ku tanyakan ini padaMu!!

Ah...Kau masih saja terdiam. aku Menerima ini!!

Kukatakan lagi..."

Aku menerima semua ini,

Semua yang 'telah', 'sedang', dan yang 'Akan' dari Mu

Ya aku terima!!!

Tapi setidaknya berikan aku jawaban

Atau paling tidak pertanda

Atas jalan yang Kau tujukan

Jalan ini teramat perih bagiku saat ini


Meskipun ku sempat nikmati indahnya,

Tetapi indahnya perih menyayat yang Terdalam ini

Ku tak salahkanMu. ini jalanku,

Jalan yang Kau sodorkan untukku

Ya...untukku. katakan betapa ku Padanya


Bisikkan jauh direlung hati,

Aku tak berdaya akan rasa yang kurasa,

Akan anugerah yang tercurah,

Akan hibah yang terindah,

Dan atas segala yang meraja

Dan dengarlah Kau,

Aku.....aku hanya bisa menerima

Dengan apa yang saat ini dan mungkin nanti


Kau titipkan ini padaku. apa ini?????

Aku yang memilihnya, tapi untuk apa???

Untuk mempercepat bekunya hatiku???

Untuk terhentinya napasku????

Untuk tidur panjang yang tak bisa ku terka kapan datangnya???

Apa jawabMu saat ini????????

Ku ajukan tanya ini!



(Adi S. 01-03-'09)

sumber gambar: http://liphstories.blogspot.com
=================================================










IN THE COLD WHITE SNOW


When the white falls onto the land

The silent-dry land keeps quiet

Keeping a secret deeper since the white falls

As if talking to its wrapped heart, here the secret and please


The silent-dry says it’s hard to be silent and dry

It’s eager to blow the silent away, but it should be

It’s excited to unwrapped the dry covered the body, but it has to be


With a pray as the wind joining

With everlasting hope mentioned frequently

It needs the hard-real rain to shower the dust

It really patient to wait for the crowd of the true killing crowd


But it still keeps the silent and dry

Still be like what it was

Just want to keep the dry and silent for the sun’s shine


The sun’s shine keeps the land survive in its

Make it blind, force it to be there

There, inside the place it doesn’t to be

In that silent-dry bleeding body



(Adi S. 02-06-'09)

sumber gambar: http://dilate.choonz.com
=================================================


















SEBUAH PENGAKUAN

Semua yang terasa adalah saat ini

Saat dimana ku harus telanjang

Telanjang………….

Di teriknya sang mentari

Di dinginya sang hujan

Dan kerasnya angin membawa debu kehinaan

Aku………

Telah lepaskan jubah naïf itu

Buang jauh tingginya pandangku

Hapus keindahan sesaatku

Ingin segera pulang ke hati itu

Hati yang penuh kesejukan

Ku yakin tempat itu masih untukku

Hanya untukku selamanya

Tuhan pun tahu itu

Tahu besarnya inginku

Selama ku masih bisa menatap mentari

Selama itu pun ku ingin

Sejak inginku

Tak sehari pun ku lewatkan

Untuk meminta………..

Untuk memohon……….

Meminta dan memohon dalam doa

Dengarlah Tuhan

Dengarlah ………

Doa akan inginku atas sebuah pengakuan



(Adi S. 01-03-'09)

sumber gambar: http://jhonmaple.wordpress.com
=================================================